Sedangkan pada tinggi ≥4 2,13- umur >35 tahun mempunyai risiko Risiko 12 40,0 28 93,3 0,001 5,52 untuk hamil karena pada usia ini, alat rendah < 4 reproduksi ibu hamil sudah menurun Jumlah 30 100 30 100 dan kekuatan untuk mengejan saat melahirkan sudah berkurang sehingga Dari tabel 2 dapat dilihat bahwa distribusi anemia pun terjadi pada saat
Abstract. . Anemia merupakan keadaan dimana masa eritrosit dan masa hemoglobin yang beredar tidak memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh. Di Indonesia prevalensi anemia sebesar 57,1 % diderita oleh remaja putri, 27,9% diderita oleh Wanita Usia Subur (WUS) dan 40,1% diderita oleh ibu hamil.
Berdasarkan Riskedas, terdapat peningkatan kasus yang cukup signifikan terkait anemia pada ibu hamil dari 37,1% pada tahun 2013 menjadi 48,9% pada tahun 2018. Ibu hamil dengan anemia berisiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Bila BBLR tidak ditangani dengan baik memiliki risiko kematian dan stunting.
menunjukan masih tingginya pravelensi kekurangan gizi pada ibu hamil di Indonesia, antara lain sebanyak 17,3% ibu hamil dalam kondisi Kurang Energi Kronik (Riskesdas, 2018). Pengukuran LiLA dan IMT ibu hamil pada saat kunjungan antenatal sangat penting untuk mengetahui status gizi ibu.
.
makalah anemia pada ibu hamil 2021